Published on

Random Story 1: Orang yang Tidak Saya Duga Bertanya Terkait Hal Ini

Authors
  • avatar
    Name
    Nabil Hardiansa
    Twitter

Saya telah membaca buku Temperature of the Languange dari Lee Ki Ju dan saya mendapatkan pendapat pribadi dari penulis terkait rasa penasaran yang juga dari penulis itu resah kenapa ya orang-orang tidak punya rasa penasaran dalam diri mereka.

Dia mengambil penggambaran di sekolah-sekolah saat ini kenapa kita tidak dibiasakan untuk bertanya, padahal rasa penasaran itu adalah hal yang sangat penting untuk kita bisa berkembang. Ditambah lingkungan pendidikan yang tidak mengsuasanakan agar orang lebih nyaman untuk bertanya tapi malah cenderung menekan rasa penasaran tersebut dengan mengatakan "sudah seperti itu", "memang begitu" atau "sudah dari dulu seperti itu" dan sebagainya. Yang mana kondisi ini lebih ke menuntut orang untuk menerima keadaan yang ada dan tidak terdorong untuk minimal mempertanyakan KENAPA?.

Penulis yang ketika saya membaca buku ini, saya merasa bahwa penulis ini bukanlah orang yang senantiasa mengambil dari sudut pandang spritual atau agama, tapi lebih ke sudut pandang keresahan dia.

Sehingga dari hal tersebut, saya melihat dari hari-hari yang saya jalani, sepertinya saya juga termasuk orang yang tidak punya rasa penasaran yang tinggi, karena saya cenderung menerima keadaan yang ada dan tidak terdorong untuk mempertanyakan KENAPA?. Tapi ketika saya bertemu guru-guru yang mana dia mengajarkan hal-hal dari sudut pandang spiritual dan agama, saya melihat bahwa mereka mendorong saya untuk mempertanyakan KENAPA? dan dari hal tersebut saya pun sedikit demi sedikit mulai terlatih untuk mempunyai rasa penasaran terhadap hal-hal yang saya temui, walaupun tidak semua hal saya pertanyakan, tapi setidaknya saya mulai terbiasa untuk mempertanyakan KENAPA? dan dari hal tersebut saya pun mulai belajar untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan.

Terakhir, di buku tersebut penulisnya berpendapat bahwa terkadang dengan mempertanyakan hal-hal yang remeh malah bisa berdampak besar bagi kehidupan kita dan itu tepat menurut saya yang mana pada saat itu dengan berbekal sedikit rasa penasaran dan tidak terbiasa untuk mempertanyakan hal-hal yang remeh, tapi ketika saya mulai membiasakan untuk mempertanyakan hal-hal yang remeh, saya pun mulai menemukan jawaban-jawaban yang terkadang tidak terpikirkan sebelumnya sehingga jika kita tidak menemukan jawaban yang menurut kita itu memuaskan setidaknya kita bisa mendapatkan sudut pandang baru.